07 Januari 2009

SIAP MENGHADAPI RESIKO

. 07 Januari 2009
2 komentar

“ Bukan lautan tapi kolam susu anda pasti hafal dengan syair lagunya Koes Plus tersebut yang pernah populer di tahun 60-an itu, meskipun tidak hafal tapi seenggak - enggaknya tau kan…? ( Kelewatan kalau anda tidak tau…he…he…). Di syair lagu tersebut Koes Plus menggambarkan kekayaan bangsa Indonesia yang luar biasa, sehingga lautan pun jadi kolam susu. Tidak ada hal yang tidak mungkin kalau kita percaya kalau semua itu mungkin.


Gimana kalau hal yang sama juga kita berlakukan terhadap resiko bisnis. Tidak ada resiko bagi orang yang menginginkan sukses…!, HARAPAN, PELUANG, RESIKO tidak pernah hadir sendirian, ia selalu datang secara bersama – sama…benar tidak…?.


Semudah itukah mendulang SUKSES…???

Untuk mengubah RESIKO menjadi HARAPAN & PELUANG tidak cukup hanya dengan mimpi – mimpi saja. Sukses hanya akan menghampiri orang – orang yang berani dalam hidupnya. Karena hanya orang yang berani yang dapat mengubah RESIKO menjadi HARAPAN & PELUANG…!


Untuk mencapai sukses, kita dituntut bukan hanya tidak boleh takut menghadapi resiko, tetapi kita juga harus memiliki keberanian untuk menaklukkan resiko tersebut. Dan hanya orang – orang yang berani yang dapat berpikir jernih & hebat bahwa resiko sebesar apapun tidaklah sebesar dari diri kita sendiri. Karena orang – orang yang berani selalu berpikir kalau dia jauh lebih besar dari resiko & tidak ada alasan untuk kalah terhadap resiko.


Orang yang gagal banyak disebabkan oleh cara pandang yang keliru. Mereka beranggapan betapa besarnya resiko yang akan mereka hadapi, sehingga mereka menjadi lemah mentalnya. Dan mereka selalu melupakan bahwa mereka sebenarnya lebih besar dari resiko tersebut. Kenapa kita tidak mengajarkan diri kita untuk selalu berpikir seperti ini “ Kalau resiko itu ibarat sebesar bukit, maka kita itu sebesar gunung “.


Bahkan orang yang mempunyai percaya diri yang kuat akan berpandangan bahwa bukit tidaklah lebih besar daripada sepasang matanya… jangankan bukit, dunia ini saja dapat dibuat kecil oleh sepasang matanya…coba lihat BILL GATES. Tapi sayang banyak orang yang terburu nafsu, sehingga menyerah kalah sebelum waktunya.


Resiko memang ada dimana – mana, karena itu kita tidak perlu cemas…, yang perlu bagi kita adalah hanya mempersiapkan diri sebaik mungkin guna mengantisipasi setiap resiko yang akan menghadang perjalanan kita menuju masa depan.


Marilah kita mencoba meletakkan RESIKO di jari kelingking, sehingga menjadi ringan.


Hanya mereka yang berani mengambil resiko

untuk melangkah lebih jauhlah yang akan

mengetahui sejauh mana dia dapat melangkah

* TS Eliot *

Selanjutnya......

04 Januari 2009

PANTANG BERKELUH KESAH

. 04 Januari 2009
4 komentar

Orang yang suka mengeluh merupakan tanda – tanda orang yang tidak mau mensyukuri nikmat-Nya. Selalu saja merasa kurang, karena yang dilihat hanya yang diatas, tidak pernah melihat kebawah. Padahal masih banyak orang lain yang lebih menderita daripada dirinya. Tetangganya punya motor baru langsung iri, padahal ia sendiri sudah punya. Sedangkan banyak tetangganya yang belum punya motor.


Keluh kesah tidak pernah menyelesaikan masalah. Tidak ada persoalan yang dapat diselesaikan dengan keluh kesah dan air mata, kecuali tangisan seorang gadis kepada kekasihnya. Dan tidak ada sukses bagi orang yang suka mengeluh dalam pekerjaannya. Sukar sedikit sudah mengeluh, atasan akhirnya tidak mempercayainya lagi.


Sukses itu membutuhkan mental positif, salah satunya adalah Pantang Menyerah. Hanya orang – orang yang memiliki keyakinan dan keberanian plus semangat membaja yang akan menuai sukses. Sedangkan orang – orang yang suka mengeluh, mudah putus asa, “ mutung “ ( kalo kata orang jawa ) hanya akan menemui kegagalan dalam hidupnya.


Apakah dengan berkeluh kesah tiba – tiba akan datang kepada kita orang yang akan memberi kita sukses…?. Ketika kita butuh uang kita pun bermimpi seseorang yang baik hati menyerahkan segebok uang kepada kita. Tetapi ketika kita bangun dan kita cari uang itu lenyap tak berbekas, karena uang itu hanya dalam mimpi. Begitulah nasib orang – orang yang berkeluh kesah hanya akan menjumpai suksesnya di dalam mimpi.


Ditinjau dari ilmu psikologi, amat jauh bedanya antara orang yang gampang berkeluh kesah dengan orang yang keras hatinya. Orang yang gampang berkeluh kesah jelas akan menghancurkan dirinya sendiri, sedangkan orang yang keras hatinya masih memberi kesempatan diri untuk memperbaiki nasibnya.


Maka sebaiknya mulai sekarang kita harus sudah memiliki hati yang kuat dan menanamkan prinsip bahwa berkeluh kesah itu perbuatan yang berdosa.


Jerih payah hanya akan berhasil kalau pelakunya

Tidak mudah putus asa

Selanjutnya......

24 November 2008

HIDUP ADALAH PELUANG

. 24 November 2008
2 komentar

Eka Cipta Widjaya, salah satu konglomerat yang pernah dimiliki bangsa Indonesia mengatakan bahwa setiap detik uang berseliweran di depan mata kita. Dimana - mana ada uang, bahkan ditempat yang disangka orang tidak ada uangnya bisa menjadi tambang uang. Tinggal mencakup dan memasukkan ke dalam keranjang. Siapa bilang mencari uang susahnya setengah mati?

Dengan statemennya yang setengah menyindir itu Eka sebenarnya ingin membuka pikiran kita bahwa sebenarnya uang itu tidak sulit dicari. Atau bisa di katakan dimana-mana ada peluang. Hanya saja tidak semua orang mampu menangkap peluang tersebut. Pertanyaannya adalah kenapa sampai begitu? Karena memang tidak semua orang siap untuk menangkap peluang.

Nah, itulah persoalannya. Kita tidak mendidik diri kita untuk selalu siap menangkap peluang. Selama ini yang kita lakukan adalah menerima peluang, manunggu orang lain memberikan peluang. Dengan kata lain kita selalu mencari enaknya saja, tidak mau berkerja keras untuk mencapai peluang. Akibatnya, kita tidak memiliki jiwa berwiraswasta.

Cobalah tanya anak - anak muda..., barapa banyak yang punya cita - cita menjadi Pengusaha? paling - paling satu atau dua gelintir. Yang lainnya lebih suka menjadi pagawai negeri atau Polisi biar punya seragam katanya...?! Wow...keren! Menjadi Pengusaha itu bukan pilihan, tetapi keadaan yang memaksanya demikian.

Hal ini semestinya menjadi pemikiran serius, sehingga mulai mengalihkan perhatian untuk menjadi seorang Pengusaha. Sebenarnya banyak sekali sektor swasta yang dapat dijadikan mata pencaharian, hanya saja selama ini fokusnya tidak kesana. Kenapa tidak mulai mengatur diri sendiri untuk menjadi manusia yang mampu menciptakan Peluang?

Kapan kita menjadi pribadi yang dewasa sebagai generasi masa depan kalau maunya hanya menunggu saja. Menunggu bukan sikap seorang yang ingin sukses, sukses itu tidak bisa ditunggu tetapi harus diciptakan. Kita harus menciptakan sukses atas diri kita sendiri, dan jangan menggantungkan kepada orang lain untuk titip sukses.

Mari kita persiapkan diri mulai sekarang untuk mengenali peluang yang ada disekitar kita. Kita harus memiliki kepekaan dan naluri yang tajam, dan jangan mengabaikan peluang walaupun nampak kecil. Banyak peluang yang nampaknya kecil ternyata membuahkan hasil yang besar. Sebaliknya ada peluang yang besar, nyatanya hanya semu.

Lebih bagus lagi apabila kita berhasil menciptakan peluang. Kita bangun kreativitas dan daya inovasi sehingga kita dapat menciptakan peluang - peluang baru demi kemajuan kita sendiri. Kita bekali diri untuk mampu mengoptimalkan potensi yang kita miliki. Dan jangan mudah menyerah kalah pada keadaan.

Hanya orang - orang yang memiliki keberanian yang akan dapat menangkap dengan jeli setiap peluang yang lalu lalang di pelupuk matanya. Ketika diri menyerah pada keadaan yang hanya keluh kesah, pikiran jernih akan menjauh. Dan kita akan melihat dunia ini begitu suram.

Singkatnya, marilah kita tangkap peluang yang ada untuk menjadikan diri kita sebagai pribadi yang mandiri. Sukses itu akan bernilai apabila dibangun di atas tetesan keringat dan jerih payah diri kita sendiri. Sukses secara mandiri....!!!
ITULAH PUNCAK TERTINGGI KEHIDUPAN KITA

Selanjutnya......
 
Kunci Sukses is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com